Efek Vaksin Berulang pada Tubuh

Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Ada beberapa perubahan yang dirasakan oleh saya, penulis blog ini, setelah mendapat vaksin dosis ketiga. Saya jadi gampang lelah, setiap bangun tidur kalau sudah lemas sekali saya sempatkan untuk minum vitamin. Ternyata hal ini terjadi tidak hanya pada saya saja, tapi beberapa teman saya juga ikut merasakannya. Jadi apa sebenarnya yang dilakukan oleh vaksin pada tubuh kok efeknya bisa bikin aras-arasen begini?

Cara semua vaksin bekerja umumnya adalah sama yakni dengan "membodohi" sistem kekebalan tubuh kita dengan berpikir bahwa si antibodi telah menghadapi infeksi. Hal inilah yang dapat memberi efek samping seperti timbul gejala seperti flu atau sakit kepala, atau lengan yang sakit, dan sebagainya. Tiap orang berbeda-beda. Untuk kasus omicron, diperlukan konsentrasi antibodi yang sangat tinggi untuk melindungi tubuh, jadi perlu dilakukan pemberian vaksin berulang. Vaksin berulang ini berapa kali? Sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah, karena perbedaan ras manusia yang menempati suatu negara juga dapat memberikan pengaruh yang berbeda.

Para ilmuwan biasanya mengukur tingkat kekebalan terhadap Covid dengan tingkat antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap vaksin. Namun, pada kebanyakan orang, tingkat antibodi meningkat dengan cepat setelah dosis ketiga sebelum mulai berkurang selama tiga bulan berikutnya. 

Di negara lain seperti Inggris, dosis keempat telah disarankan untuk memberikan perlindungan yang cukup terhadap Covid-19 karena tiga suntikan vaksin saja hanya menghasilkan sedikit antibodi khususnya untuk beberapa orang lanjut usia dengan penyakit kronis, orang yang lebih muda yang telah menjalani kemoterapi atau mereka yang telah menerima transplantasi organ.

Post a Comment

Previous Post Next Post