Darimana Datangnya Istilah Breaking News?


Darimana datangnya istiah breaking news?

Kita pasti sering waktu nonton televisi tiba-tiba acara dipotong oleh berita dadakan. Orang-orang menyebut hal demikian sebagai breaking news. Bisa kita lihat di televisi, kebanyakan breaking news membawa kabar buruk, menyedihkan, maupun memprihatinkan. Terorisme, bencana alam, musibah, dan berbagai kejahatan lainnya. Pendek kata, kejadian apa pun yang menggemparkan apalagi mendadak, akan disasar siaran berita jenis ini.

Ungkapan break the news sendiri dalam Bahasa Inggis sendiri memiliki arti: to reveal information, often that which  is bad or upsetting atau  to tell someone about something unpleasant which will affect or upset them. (Cambridge Advanced Learner's Dictionary, 2015)

Menurut Oxford English Dictionary, istilah breaking news awalnya tercetak dalam Sterling Daily Gazette yang terbit di Illinois pada 1877 dan Wisconsin's Appleton Post-Crescent di Wisconsin pada 1925. Idiom become public or available yang berasal dari kata kerja to break beredar sejak tahun 1930-an, sedangkan istilah fast breaking muncul pada tahun-tahun berikutnya. Jadi, berita serba cepat itu, dalam sejarah media massa Amerika Serikat, merentang sejak zaman penny-press pada abad ke-19 hingga era jurnalisme supermarket sekarang. (Stan Le Roy, Mass Media/Mass Culture, 1989)

Di Amerika Serikat sendiri ada istilah lain digunakan stasium televisi selain breaking news, tapi memiliki makna yang sama. Seperti, CNN memakai istilah Breaking News, NBC memakai Today Exclusive, Fox dengan istilah News Now, dan CBS dengan istilah Special Report.

Sampai saat ini sepertinya belum ditemukan padanan kata yang cocok untuk Bahasa Indonesia breaking news. Stasium-stasium televisi di negara ini sepertinya sepakat  memakai istilah tersebut ramai-ramai untuk mewartakan berita besar dadakan yang meledak.

Wikipedia menwarkan berita sela sebagai alternatif arti breaking news, namun tampaknya tidak tersambut dengan baik. Kenapa? Pertama, arti tersebut tidak menimbulkan gereget. Kedua, logikanya berita sela akan berhadapan pada pertanyaan: berapa lama berita tersebut bakal menyela pokok berita yang lain. Mestinya tidak lama-lama. Akan tetapi kenyataannya, breaking news bisa mengudara berjam-jama, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Post a comment

0 Comments